tulisan ini dibuat di sacred-IT-room, server-room, ketika menunggu proses backup berjalan. Berhubung tidak ada yang dikerjakan, saya menulis blog ini.
Secara umum, untuk virtualisasi, saya lebih memilih VMware dibandingkan dengan microsoft. Kenapa? karena dengan ukuran yang lebih kecil, VMware lebih hemat tempat. Selain itu, VMware sendiri sudah memiliki sejarah panjang dengan virtualization, 12 tahun (VMware Workstation, 1998) dibandingkan microsoft (virtualPC, 2003). Dan ada 1 fitur yang sangat sering dipakai yang ada di VMware, yaitu VMotion (pemindahan server ke host (host-server atau host-storage lain) tanpa downtime)
Tetapi, ketika menghadiri acara VMware yang diadakan di Hotel Mulia, 10 September 2009, ada satu pertanyaan, di mana jawabannya adalah, untuk kasus berikut, harus menggunakan Microsoft Hyper-V. Pertanyaannya kira-kira begini :
"Penanya memiliki 1 buah server untuk core system dengan 32 core processor dan 64 GB memory [sebut:main server], untuk menjalankan oracle. Selain itu, juga ada beberapa server lain yang ingin dimasukkan ke virtual. core system server ini loadnya tidak selalu tinggi, sehingga server aplikasi lain yang lebih kecil ingin dimasukkan ke core system server ini. Server aplikasi lain dimasukkan sebagai guest menggunakan teknologi virtualisasi. Bila main server ini diinstall VMware, dan aplikasi oracle ditaruh di dalamnya, maka oracle hanya dapat memakai 8 core processor, yang tidak akan cukup bila load sedang tinggi. Bagaimana solusinya?"
Untuk melakukan hal ini tidak dapat dilakukan oleh VMware, kenapa? karena VMware vSphere 4 hanya mendukung 8 virtual processor. Sehingga bila diinstall VMware di mesin main server, maka aplikasi core guest server (oracle) hanya dapat mengakses 8 core processor, padahal oracle ini membutuhkan lebih dari 8 core processor untuk dapat menjalankan aplikasi dengan cepat pada saat load sedang tinggi.
Pada forum itu, jawaban pertanyaan tersebut muncul. Apa itu? Gunakanlah produk dari teman VMware, alias microsoft (kok jadi pakai microsoft ya, padahal di acaranya VMware).
Skenarionya begini, pada main server tadi, diinstall dengan Windows 2008 with Hyper-V. Di dalam Windows 2008, diinstall aplikasi core, yaitu oracle. Lalu, untuk aplikasi lain, dijalankan di atas Hyper-V microsoft.
Jadi, kesimpulannya adalah : ternyata ada juga saat di mana teknologi virtualisasi microsoft mengalahkan VMware.
Itu jawaban di acara tersebut. Apakah ini cukup tepat? Bila boleh menggunakan produk lain (selain microsof dan VMware), maka bisa dipertimbangkan penggunaan SUN VirtualBox, karena sudah mendukung virtualisasi sampai 32 core processor. Hanya saja, sayangnya VirtualBox bukan merupakan OS, sehingga harus berjalan di atas OS lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar